Google+ Followers

Windows Live Messenger + Facebook

Block

Enter content here...


Send

Login Form

Jumat, 07 Desember 2012

LANDASAN TEORI





2.1 Sistem Informasi



2.1.1 Pengertian Sistem



Menurut McLeod (2004, p9), Sistem adalah sekelompok elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan.
Menurut O’Brien (2005, p29) sistem didefinisikan sebagai sekumpulan komponen yang saling terhubung dan saling berinteraksi untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam proses transformasi yang teratur/terorganisir.
Jadi, dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, terintegrasi, dan berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan dalam menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

2.1.2 Pengertian Informasi



Informasi adalah data yang telah diproses atau diatur menjadi bentuk berguna

(Whitten et al, 2004, p27).
Menurut McLeod (2004, p12), Informasi adalah data yang telah diproses atau data yang memiliki arti.



6




Menurut Laudon dalam bukunya yang berjudul Essentials of Management Information Systems (2003, p7), informasi adalah data yang telah mengalami perubahan menjadi suatu bentuk yang lebih berarti atau berharga dan berguna untuk kebutuhan pemakai.
Dalam buku  yang berjudul Introduction  to  Information  Technology  (2001, p17), menurut  Turban, Rainer, dan Potter, informasi adalah kumpulan fakta-fakta (data) yang terorganisir dalam beberapa cara sehingga berarti bagi penerima.
Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa infomasi adalah data yang diolah menjadi lebih berguna dan lebih bermanfaat bagi yang menggunakannya.

2.1.3 Pengertian Sistem Informasi



Menurut O’Brien (2005, p5), sistem informasi adalah kombinasi yang diorganisasi oleh manusia, perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), jaringan komunikasi, sumber-sumber data yang dikumpulkan, dibentuk dan informasi yang disebarkan dalam organisasi.
Menurut Laudon (2003, p7), sistem informasi adalah komponen-komponen yang saling terhubung yang bekerja sama untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan penyebaran informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, dan mengontrol atau mengendalikan suatu organisasi.
Menurut Turban, Rainer, dan Potter (2001, p17), sistem informasi adalah mengambil/mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis dan menyebarkan informasi untuk mencapai tujuan yang spesifik.




2.2 Geografi



2.2.1 Pengertian Geografi



Menurut Richthoffen (Prahasta, 2005, p12), geografi adalah ilmu yang mempelajari permukaan bumi sesuai dengan referensinya, atau studi mengenai area- area yang berada di permukaan bumi.
Kata geografi berasal dari kata geographika dari bahasa yunani yang dikemukakan oleh Eratosthenes sekitar abad ke-1 SM. Asal katanya adalah Geo yang berarti bumi dan graphika yang berarti tulisan atau lukisan. Berdasarkan asal katanya, geografi dapat diartikan sebagai tulisan mengenai bumi atau lukisan tentang bumi.
Dalam arti yang lebih luas, geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang permukaan bumi, penduduk, serta hubungan timbal-balik antara keduanya.
Berdasarkan pengertian di atas, yang dimaksud dengan permukaan bumi ialah tempat makhluk hidup yang meliputi daratan, air atau perairan dan udara atau lapisan udara.

2.3 Sistem Informasi Geografi



2.3.1 Pengertian Sistem Informasi Geografi



Menurut Burrough (1986, p6), Sistem Informasi Geografi (SIG) adalah sekumpulan  peralatan  yang  digunakan  untuk  mengumpulkan,  menyimpan, mengambil, merubah, dan menampilkan data spasial dari dunia nyata untuk tujuan tertentu.




Menurut Prahasta (2002, p49) sistem informasi geografi merupakan suatu kesatuan  formal  yang  terdiri  dari  berbagai  sumber  daya  fisik  dan  logika  yang berkenaan dengan objek-objek yang terdapat di permukaan bumi.
Sistem Informasi Geografi merupakan bidang kajian ilmu dan teknologi yang relatif  masih  baru.  Berikut ini  merupakan beberapa definisi dari  SIG  yang  telah beredar di berbagai pustaka :
1. Sistem yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data, manusia, organisasi dan lembaga yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisa, dan menyebarkan informasi-informasi mengenai daerah-daerah di permukaan bumi (Chrisman, 1997).
2. SIG merupakan sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data yang tereferensi secara spasial atau koordinat-koordinat geografi. SIG adalah sistem basisdata dengan kemampuan-kemampuan khusus untuk data yang tereferensi     secara   geografi   berikut   sekumpulan   operasi-operasi   yang mengelola data tersebut (Foote, 1995).

2.4 Data



Data merupakan bagian yang terpenting dari SIG, karena tanpa adanya data, maka SIG tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Data yang diperlukan dalam SIG meliputi peta dan data atribut.

2.4.1 Pengertian Data




Data adalah aliran dari fakta-fakta kasar yang merepresentasikan kejadian- kejadian yang terjadi dalam organisasi atau lingkungan fisik sebelum disusun dalam sebuah bentuk yang dapat dimengerti dan digunakan oleh manusia (Laudon, 2004, p8).

2.4.2 Jenis-jenis Data



Jenis data yang digunakan dalam sistem informasi geografi adalah data spasial (peta/geometris) dan data atribut (keterangan/non-spasial). Perbedaan diantara 2 jenis data tersebut adalah sebagai berikut:

a. Data atribut

Data atribut adalah data yang mendeskripsikan karakteristik atau fenomena yang dikandung pada suatu objek data dalam peta dan tidak mempunyai hubungan dengan posisi geografis. Contoh : data atribut sebuah sungai berupa kedalaman, kualitas air, habitat, komposisi kimia, konfigurasi biologis, dan lain sebagainya. Atribut dapat dideskripsikan secara kualitatif dan kuantitatif. Pada pendeskripsian secara kualitatif, kita mendeskripsikan tipe, klasifikasi, label suatu objek agar dapat dikenal dan dibedakan dengan objek yang lain, misalnya rumah sakit, sekolah, hotel, dan sebagainya. Bila dilakukan secara 19 kuantitatif, data objek dapat diukur atau dinilai berdasarkan skala ordinat atau tingkatan, interval atau selang, dan rasio atau perbandingan dari suatu titik tertentu. Contohnya populasi sungai 10-15 ekor ikan, kadar kimia air pada sungai tersebut buruk, dan sebagainya.

b. Data Spasial




Data spasial adalah data sistem informasi yang terpaut pada dimensi ruang, dapat digambarkan dengan berbagai komponen data spasial. Komponen tersebut adalah:

1. Titik

Titik merupakan representasi grafis yang paling sederhana untuk suatu objek. Representasi ini tidak memiliki dimensi tetapi dapat diidentifikasi diatas peta dan dapat ditampilkan pada layar monitor dengan menggunakan simbol- simbol. Titik dapat mewakili objek tertentu berdasarkan skala yang ditentukan, misalnya sudut-sudut bangunan, atau suatu gedung pada peta yang memiliki skala besar.

2. Garis

Garis adalah bentuk linier yang akan menghubungkan paling sedikit 2 titik dan digunakan untuk merepresentasikan objek-objek satu dimensi. Batas-batas poligon merupakan 20 garis-garis, demikian pula dengan jaringan listrik, komunikasi pipa air minum, saluran buangan, dan keperluan lainnya.

3. Poligon

Poligon digunakan untuk merepresentasikan objek-objek dua dimensi. Suatu danau, batas provinsi, batas kota, batas-batas persil tanah milik adalah tipe- tipe entity yang pada umumnya direpresentasikan sebagai poligon. Suatu poligon paling sedikit dibatasi oleh 3 garis yang saling terhubung diantara ketiga titik tersebut.





2.5 Sub Sistem SIG

Data Manipulasi & Analisis










Data
Masukkan

SIG

Data
Keluaran









Data
Manajemen



Gambar 2.1 Diagram Sub Sistem SIG



2.5.1 Data Masukkan



Subsistem ini bertugas untuk mengumpulkan, mempersiapkan data spasial, dan atribut dari berbagai sumber. Subsistem ini pula yang bertanggungjawab dalam mengkonversi atau mentransformasikan format-format data-data aslinya kedalam format yang dapat digunakan oleh SIG.

2.5.2 Data Keluaran



Subsistem  ini  menampilkan  atau  menghasilkan  keluaran  seluruh  atau sebagian basisdata baik dalam bentuk softcopy maupun bentuk hardcopy seperti tabel, grafik, peta, dll.

2.5.3 Data Manipulasi dan Analisis




Subsistem ini menentukan informasi–informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG. Selain itu subsistem ini juga melakukan manipulasi dan pemodelandata untuk menghasilkan informasi yang diharapkan.

2.5.4 Data Manajemen



Subsistem ini mengorganisasikan baik data spasial maupun atribut kedalam sebuah basisdata sedemikian rupa sehingga mudah dipanggil, di-update dan di-edit.

2.6 Peta



2.6.1 Pengertian Peta



Peta adalah kumpulan dari titik, garis, dan area yang didefinisikan sesuai dengan lokasi serta referensinya melalui sistem koordinat dan atribut-atributnya (Borrough, 1986, p13).

Menurut kamus besar bahasa Indonesia (2008), peta adalah gambaran atau lukisan pada kertas dan sebagainya yang menunjukkan letak tanah, laut, gunung, dan sebagainya, representasi melalui gambar dari suatu daerah yang menyatakan sifat-sifat seperti batas daerah, sifat permukaan. Dengan kata lain peta dapat kita artikan sebagai gambar  atau  lukisan  keseluruhan  atau  pun  sebagian  permukaan  bumi  baik  laut maupun darat.

2.6.2 Fungsi Peta




Peta mempunyai fungsi untuk menggambarkan posisi bentuk unsur ukuran jarak dari suatu tempat yang ada di permukaan bumi.

2.6.3 Jenis jenis peta



Berdasarkan jenisnya peta dibedakan menjadi beberapa macam antara lain :



a. Berdasarkan Isi

1. Peta Umum

Peta umum adalah peta yang menggambarkan permukaan bumi secara umum.  Peta  umum  ini  memuat  semua  penampakkan yang  terdapat  di  suatu daerah, baik berupa fisik (alam), maupun tampilan sosial budaya. Kemampuan fisik misalkan sungai, gunung, laut, danau dan sebagainya. Kenampakkan sosial budaya misalnya jalan raya, jalan kereta api, pemukiman kota dan lainya. Peta umum dibagi menjadi dua jenis yaitu :

yPeta Topografi

Peta yang menggambarkan bentuk relief (tinggi rendahnya) permukaan bumi. Dalam peta topografi. Dalam peta topografi digunakan garis kontur (countur  line)  yaitu  garis  yang  menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian sama.

yPeta Chorografi

Peta  yang  menggambarkan  seluruh  atau  sebagian  permukaan  bumi dengn skala yang lebih kecil antara 1: 250.000 sampai 1:1.000.000 atau lebih. Peta Chorografi menggambarkan daerah yang luas, misalnya propinsi, negara,




benua bahkan dunia. Dalam peta Chorografi digambarkan semua kenampakan yang ada pada suatu wilayah diantaranya pegunungan, sungai, danau, jalan raya, rel kereta api, batas wilayah, kota, garis pantai, rawa, dan lain-lain.

2. Peta Khusus

Peta yang menampakkan suatau keadaan atau kondisi khusus suatu daerah tertentu atau keseluruhan daerah bumi. Contohnya adalah peta pesebaran hasil tambang, peta curah hujan, peta pertanian perkebunan, peta iklim dan lain sebagainya.

b. Berdasarkan Keadaan Objek

1. Peta Stasioner

Menggambarkan keadaan atau objek yang dipetakan tetap atau stabil , contoh : peta sebaran gunung berapi.

2. Peta Dinamis

Menggambarkan  suatu  keadaan  atau  objek  yang  dipetakan  mudah berubah, contoh : peta urbanisasi, peta arah mata angin.

c. Berdasarkan kegunaan

1.   General Reference Map (Peta Referensi Umum)



Peta ini digunakan untuk mengidentifikasi macam-macam bentuk geografis yang ada di permukaan termasuk fitur tanah, badan air, perkotaan jalan dan lain-lain.




2.   Mobility Map (Peta Mobilitas)



Peta yang digunakan untuk menentukan jalur dari suatu tempat ketempat lain, biasanya digunakan untuk perjalanan darat, laut, dan udara.

3.   Themactic (Peta Tematik)



Peta yang menggambarkan sebaran dari objek tertentu seperti populasi, curah hujan, dan sumber daya alam.

4.   Inventory Map (Peta Inventory)



Peta yang menunjukkan lokasi dari fitur khusus,  misalnya gedung di wilayah DKI Jakarta.

d. Berdasarkan skala

1.   Skala Kadaster / Teknik : skala antara 1:100 sampai 1:5000

2.   Skala Besar : skala antara 1:5000 sampai 1:250.000

3.   Skala Sedang : skala antara 1:250.000 sampai 1:500.000

4.   Skala Kecil : skala antara 1:500.000 sampai 1:1.000.000

5.   Skala Geografis : skala lebih dari 1:1.000.000



2.6.4 Komponen / Syarat Peta



Peta yang ideal mempunyai luas, bentuk, arah dan jarak yang benar. Peta yang baik dan lengkap harus mencantumkan :

a. Judul Peta




Judul peta merupakan identitas yang menggambarkan isi dan jenis peta. Karena itu, judul peta harus ditulis sesuai dengan jenis informasi yang disampaikan dalam peta tersebut. Judul peta harus diletakkan di atas tengah. Contoh : Peta Sulawesi Utara.

b. Tahun Pembuatan

Tahun pembuatan peta diletakkan di kanan bawah atau kiri bawah. Tahun pembuatan peta penting untuk memastikan bahwa peta tersebut masih relevan dan masih baik untuk digunakan.

c. Skala peta

Skala adalah perbandingan antara dua titik pada peta dengan jarak yang sebenarnya pada permukaan bumi. Skala dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :

1.   Skala  angka,  yaitu  skala  yang  dinyatakan  secara  numerik  /  angka, contoh : 1 : 50.000, artinya 1 cm di peta sama dengan 50.000 cm pada permukaan bumi.
2.   Skala inci, yaitu skala yang dinyatakan dalam satuan inci. 1 inci = 2,359 cm. Contoh : 1 inchi to 5 miles dengan arti 1 inchi di peta adalah sama dengan 5 mil pada jarak sebenarnya.
3.   Skala garis, yaitu skala pada peta berupa garis yang menunjukkan jarak sesungguhnya pada permukaan bumi.

d. Legenda




Informasi pada peta cenderung banyak dan padat, sehingga tidak dimungkinkan semua data dibubuhi keterangan secara rinci. Karena itu, keterangan pada peta dibuat berupa simbol-simbol. Keterangan berupa simbol ini pada peta dinamakan legenda. Ada 2 macam simbol pada peta :
1. Simbol Kualitatif, digunakan untuk melukiskan bentuk-bentuk di permukaan bumi. Simbol kualitatif meliputi simbol titik, simbol garis, dan simbol warna.
2. Simbol Kuantitatif, digunakan untuk menunjukkan jumlah data yang diwakili, misalnya untuk menggambarkan jumlah penduduk di daerah tertentu. Contoh :
: 1000 jiwa

●● : 2000 jiwa

●●● : 3000 jiwa



e. Sumber peta

Merupakan keterangan tentang asal data atau informasi yang ada dalam peta. Sumber  peta  dapat  berasal  dari  instansi  atau  lembaga  yang  berwewenang dan melalui survei lapangan.

f. Penunjuk arah

Setiap pembuatan peta harus dicantumkan mata angin sebagai penunjuk arah dari daerah atau wilayah yang dipetakan. Pembuatan mata angin harus memperhatikan hal-hal berikut :
1.   Umumnya arah utara peta berada di sisi atas peta.




2.   Petunjuk arah ditempatkan pada bagian kosong agar tidak mengganggu peta induk.

g. Warna Peta

Warna peta mencirikan keadaan objek tertentu , misalnya warna hijau untuk dataran rendah, warna biru untuk lautan, warna cokelat untuk pegunungan/gunung yang tinggi dan sebagainya.

h. Garis Astronomi

Garis astronomi terdiri dari garis lintang dan garis bujur. Garis bujur yaitu garis khayal yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan, sedangkan garis lintang adalah garis khayal yang melitang dari timur ke barat. Garis lintang dan bujur adalah garis khayal (tidak nyata) pada permukaan bumi, dan digunakan untuk mempermudah dalam pembacaan peta.

2.6.5 Bentuk Peta



a. Peta Timbul

Peta yang dibuat sesuai dengan penampakan relief (tinggi-rendah) dari permukaan bumi.

b. Peta Datar

Peta yang dibuat/digambar diatas permukaan datar.



2.7 Data Flow Diagram (DFD)




Diagram Arus Data (Data Flow Diagram), atau DFD, adalah suatu gambaran grafis dari sistem yang menggunakan sejumlah bentuk-bentuk simbol untuk menggambarkan bagaimana data mengalir melalui suatu proses yang saling berkaitan. Walaupun nama diagram ini menekankan pada data, situasinya justru sebaliknya: penekanannya ada pada proses. (McLeod, 2001, p316)

DFD hanya terdiri dari empat simbol. Simbol-simbol ini digunakan untuk merepresentasikan (1) external entity; (2) proses; (3) arus data; serta (4) penyimpanan data. (McLeod, 2001, p316).

2.7.1 External Entity



External  Entity  merupakan  elemen-elemen  lingkungan  yang  berada  diluar batas sistem. Elemen ini menyediakan bagi sistem sebagai input data dan menerima
output data dari sistem.






Gambar 2.2 External Entity Dalam DFD Dengan Suatu Kotak Segi Empat



2.7.2 Proses



Proses  adalah  sesuatu  yang  merubah  input  menjadi  output.  Proses digambarkan dengan lingkaran, atau juga dengan segi empat tegak dengan sudut-sudut yang membulat. Tiap simbol proses diidentifikasikan dengan label. Teknik penamaan




label yang paling umum adalah dengan menggunakan kata kerja objek, tetapi juga

dapat memberi nama dengan kata sistem atau program.






Gambar 2.3 Proses Mencetak Laporan



2.7.3 Arus Data



Arus Data terdiri dari sekelompok elemen data yang berhubungan secara logis yang bergerak dari suatu entity atau proses ke entity atau proses yang lain. Tanda panah digunakan untuk menggambarkan arus itu. Panah juga dapat direpresentasikan
sebagai garis lurus ataupun garis lengkung. (McLeod, 2001, p317)






Gambar 2.4 Arus Data Diantara External Entity dengan Proses.



2.7.4 Penyimpanan Data



Dalam istilah DFD, penyimpanan data (data storage) adalah suatu penampungan data. Peyimpanan data digambarkan sebagai satu set garis paralel, segi empat terbuka, atau  segi  empat bersudut lonjong. Menggambar DFD  sebenarnya




hanyalah  usaha  mengidentifikasi berbagai  proses,  mengkaitkan  dengan  arus  data untuk menunjukkan hubungan, mengidentifikasi external entity yang menyediakan
input dan menerima output, serta menambahkan penyimpanan data jika perlu.






Gambar 2.5 Representasi Penyimpanan Data



2.8 Entity Relationship Diagram (ERD)



ERD    merepresentasikan     keseluruhan     struktur    logika     database     secara grafik/gambar. Komponen ERD adalah :

1. Persegi Panjang, merepresentasikan entity sets;



2. Elips, merepresentasikan atribut;



3. Belah Ketupat, merepresentasikan relationship sets;



4.  Garis,  merepresentasikan hubungan antara  atribut ke  entity  dan  entity sets ke relationship sets;

5. Double Elips, merepresentasikan atribut ber-multivalue;



6. Dashed Elips, merepresentasikan notasi atribut derive;




7. Double Garis, mengindikasi total partisipasi dari sebuah entity sets kepada

relationship sets;



8.    Double    Persegi     Panjang,    merepresentasikan     weak    entity     sets.

(Silberschaftz, 2002, p42 )



ERD mendokumentasikan data perusahaan dengan mengidentifikasi jenis entity dan hubungannya. ERD disiapkan pada suatu titik dalam proses perancangan dan pengembangan sistem ditentukan. ERD merupakan peralatan pembuatan model data yang paling fleksibel, dapat diadaptasi untuk berbagai pendekatan yang mungkin diikuti perusahaan dalam pengembangan sistem. (McLeod, 2001, p304) Hal yang perlu diperhatikan dalam ERD adalah :

a. Jenis Entitas

Jenis entitas dapat berupa suatu elemen lingkungan, sumber daya, atau transaksi, yang begitu pentingnya sehingga didokumentasikan dengan data. Contoh jenis-jenis entitas adalah pelanggan, costumer service, dan simcard GSM. Jenis entitas didokumentasikan dengan segi empat. Tiap segi empat diberi nama sesuai
dari jenis entitas. (McLeod, 2001, p304)






Gambar 2.6 Entitas



b. Hubungan




Hubungan (relationship) adalah suatu asosiasi yang ada di antara dua jenis entitas. Tiap belah ketupat diberi label kata kerja. Contoh : Pelanggan menggunakan simcard GSM. Diilustrasikan kata menggunakan di dalam belah ketupat tersebut. (McLeod, 2001, p304)

c. Keterkaitan

Keterkaitan (connectivity) merupakaan banyaknya suatu entitas yang berhubungan dengan entitas lain. Jenis keterkaitan adalah satu-ke-satu (one-to-one), satu-ke-banyak (one-to-many), banyak-ke-satu (many-to-one), dan banyak-ke- banyak (many-to-many). (McLeod, 2001, p304)

d. Identifikasi dan Deskripsi Entitas

Tiap kejadian dari entitas perlu diidentifikasi dan dideskripsikan, dan ini ditandai dengan menggunakan atribut. Atribut adalah keterangan khas dari suatu entitas. Misalnya, atribut seorang pelanggan meliputi nomor pelanggan, nama pelanggan, dan wilayah berlangganan. Atribut-atribut tersebut sebenarnya adalah elemen-elemen data, dan masing-masing diberi satu nilai tunggal yaitu nilai atribut.

Atribut yang mengidentifikasi entitas disebut identifiers, contohnya adalah nomor pelanggan. Atribut-atribut lain yang mendeskripsikan entitas disebut descriptor, contohnya adalah nama pelanggan dan wilayah berlangganan. (McLeod,
2001, p305)



2.9 State Transition Diagram (STD)




Diagram transisi bertugas untuk menunjukkan urutan-urutan fungsi yang dijalankan sebuah sistem. Dalam beberapa sistem bisnis, model ini tidak perlu diperhatikan mengingat urutan yang ada sudah diketahui dengan tepat. Komponen utama dari sebuah diagram transisi adalah state dan anak panah yang mewakili perubahan state. State adalah sekumpulan keadaan atau atribut karakter seseorang atau sesuatu pada waktu tertentu (Yourdon, p260). Dalam suatu sistem pasti terjadi perubahan dari satu state ke state berikutnya. Pada gambar 2.7 tampak perubahan dari state 1 ke state 2,
kemudian perubahan dari state 2 ke state 3 atau kembali ke state 1.






Gambar 2.7 Representasi Hubungan Antar State



Pada sistem umumnya memiliki sebuah inisial state dan final state. Inisial state merupakan state awal dari suatu sistem dimana pada gambar berupa state 1. Sedangkan final state merupakan state akhir dari suatu sistem dimana pada gambar berupa state 3. Suatu sistem hanya dapat memiliki sebuah final state, akan tetapi pada kenyataannya suatu sistem dapat memiliki lebih dari satu final state yang bersifat mutual exclusive




dimana hanya satu final state yang dapat dicapai pada satu kali sistem dijalankan. Pada

gambar 2.8 terdapat dua final state yaitu state 4 dan 6.






















4                                  5                                                    6




Gambar 2.8 Multiple State Diagram



Untuk melengkapi state transition diagram yang dibangun, perlu ditambahkan dua komponen lain yaitu kondisi yang menyebabkan suatu perubahan state dan aksi
yang dilakukan sistem sebagai akibat dari perubahan state.






Gambar 2.9 Menampilkan Kondisi dan Aksi




Terdapat dua macam cara pendekatan yang dapat digunakan dalam pembuatan diagram transisi :

a. Mendefinisikan  semua  state  yang  mungkin  pada  sistem  dengan  cara menampilkan ke dalam bentuk kotak-kotak terpisah, kemudian mencari hubungan yang ada antar kotak.
b. Inisialisasi state, dimulai dari state paling awal kemudian dilanjutkan ke state- state berikutnya hingga state akhir.

2.10 Transportasi



2.10.1 Pengertian Transportasi



Transportasi adalah kegiatan untuk memindahkan sesuatu (manusia, hewan, tumbuhan dan barang) dari satu titik ke titik lain dengan menggunakan sarana angkut (carrying conveyance) sehingga  “sesuatu”  tersebut tidak perlu mengeluarkan energi dalam proses pemindahan tersebut.

2.10.2 Fungsi Transportasi



Sebagaimana dijelaskan di atas, fungsi transportasi adalah mengangkut manusia, hewan dan barang.  Didalam kenyataannya, kegiatan ini tidak selalu harus dari satu titik ke titik lain, tetapi lebih sering dari beberapa titik ke suatu titik dan dari satu titik ke beberapa titik lain melalui route, sehingga fungsi transportasi dapat diklasifikasikan sebagai :

a. Konsolidasi




Pengumpulan muatan dari beberapa titik asal menuju satu titik tujuan.



b. Distribusi

Penyerahan muatan dari satu titik asal menuju beberapa titik tujuan Dalam prakteknya kedua fungsi diatas sering tergabung menjadi suatu rangkaian  proses penyampaian muatan, sehingga dapat dirinci lagi sebagai kegiatan :

1. Konsolidasi

Pengumpulan beberapa muatan dari beberapa sumber untuk satu tujuan menjadi satu muatan saja guna menghemat biaya distribusi

2. Break Bulk

Satu muatan besar dari satu sumber dipecah-pecah menjadi     beberapa muatan untuk beberapa tujuan.

3. In-transit product mixing

Merupakan beberapa muatan dari beberapa sumber kemudian dicampur dan dibagikan kebeberapa tujuan.

2.10.3 Klasifikasi Sarana Transportasi



Sarana transportasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut :



a. Klasifikasi Wahana

Dari segi wahana, transportasi dapat dibagi menjadi :




1.  Transportasi alat angkut (vehicular transportation), yaitu transportasi yang menggunakan kendaraan angkut. seperti ; truk, kereta rel, kapal dan pesawat terbang.
2. Transportasi    yang    bukan    menggunakan    alat    angkut    (non- vehiculertransportation)     yaitu  transportasi yang  tidak  menggunakan kendaraan angkut. Seperti; saluran pipa (pipeline), minyak dan gas, kabel transmisi listrik dan sejenisnya.

b. Klasifikasi Medium

Dari segi medium yang dilalui alat angkut, trnasportasi dapat dibagi menjadi

:

1.  Transportasi darat yaitu transportasi jalan raya, transportasi kereta rel, dan saluran pipa di atas permukaan (overland pipeline)
2.   Transportasi  air  yaitu  transportasi  sungai,  trasportasi  perairan  pedalaman, seperti terusan dan danau, transportasi laut dan saluran pipa dibawah air (submarine pipeline).
3.  Transportasi udara yaitu transportasi pesawat, helicopter, seperti maskapai penerbangan komersil, helikopter dan pesawat tempur TNI.

2.10.4  Moda Transportasi



Sarana yang digunakan adalah : taxi, truck, truck trailer, bus dan sejenisnya. Investasi untuk transportasi jenis ini relatif kecil, dibandingkan dengan transportasi jenis lainnya, karena terbatas pada pengadaan kendaraan bermotor dan terminal (bila tidak menggunakan terminal umum milik Pemerintah).




Prasarana jalan dibangun  oleh dan menjadi milik negara, dan biaya yang dibebankan kepada pemakai jalan hanyalah dalam bentuk pajak kendaraan bermotor dan uang tol.  Keuntungan utama yang diperoleh dari layanan ini adalah door to door service    kecepatan penyampaian muatan cukup tinggi, dan lebih gampang memperolehnya, disamping untuk penumpang, umumnya juga digunakan untuk transportasi barang dan bahan makanan.

Kendalanya adalah jumlah muatan relatif sedikit, baik karena terbatasnya kapasitas alat angkutnya sendiri (antara 10 tons untuk truck dan 60 ton untuk truck trailer),   maupun pembatasan yang dilakukan oleh otoriter jalan raya/pemerintah. Disamping itu juga tingkat kerusakan  dan kehilangan muatan termasuk nomor dua tertinggi dari seluruh moda transportasi yang ada, dari segi biaya angkutpun juga menduduki peringkat nomor dua paling tertinggi.

2.11 Routing  dan  Scheduling



Untuk meningkatkan efisiensi kegiatan transportasi guna menghemat biaya logistik, perlu dilakukan optimalisasi penggunaan alat angkut, optimalisasi jarak yang ditempuh alat angkut dengan memilih route-route yang menguntungkan serta mengatur jadwal alat angkut.  Ini merupakan salah satu kegiatan transportasi yang dinamakan routing  dan scheduling
Routing adalah pengaturan urutan kegiatan pekerjaan yang sistematis   dan ekonomis melalui urutan mana pengiriman yang didahulukan pada proses distribusi.




Scheduling adalah penentuan dan pengaturan muatan pekerjaan pada masing- masing  pekerjaan  sehingga  dapat  ditentukan  waktu  yang  diperlukan  operasi  tanpa adanya penundaan kerja.

2.12 Logistik



Fungsi logistik adalah mengadakan barang-barang yang dibutuhkan oleh operasi perusahaan dan menyampaikan serta membagikan barang-barang tersebut itu kepada para pemakai yang membutuhkannya. Jadi secara mudah dapat dikatakan bahwa tugas utama logistik adalah pengadaan dan distribusi.

2.13 Distribusi



Kegiatan distibusi ini sendiri pada dasarnya adalah kegiatan transportasi, yaitu mengangkut barang-barang dari titik dimana barang-barang tersebut diperoleh sampai titik dimana barang tersebut dibutuhkan.
Namun, sarana transportasi itu sendiri tidak selalu tersedia dalam 24 jam  sehari,

7 hari seminggu, sepanjang tahun atau dengan kata lain tidak tersedia setiap saat, yang disebabkan oleh karena sarana dan prasarana, gangguan terhadap operasional, keadaan cuaca, dan lain-lain kejadian diluar kemampuan manusia (act of God). Memang secara teoritis transportasi dapat disediakan setiap saat asal kita bersedia mengeluarkan biaya seberapapun (at  all  cost).  Tetapi apakah hal  tersebut dapat  dipertanggungjawabkan secara ekonomis mengingat biayanya akan sangat besar sekali, sehingga tidak mungkin dapat dipertanggungjawabkan lagi, lebih-lebih bila tujuan perusahaan adalah mencari keuntungan.   Walaupun   untuk   kegiatan   non-profit   sekalipun,   dalam   prakteknya




seberapapun  besarnya  biaya  yang  dapat  disediakan  tetap  juga  tidak  menjamin tersedianya transportasi setiap saat sesuai keinginan kita.
Akibat dari tidak tersedianya transportasi setiap saat maka terpaksa pada titik- titik dimana transportasi terhenti karena satu dan lain sebab, diadakan tempat-tempat “menginap” bagi barang-barang yang akan didistribusikan tersebut sementara menunggu tersedianya tranportasi lebih lanjut. Kegiatan menginapkan” barang-barang ini didalam logistik dikenal sebagai kegiatan penimbunan (storage), yang bila kita kaji lebih mendalam tidak lebih dan tidak kurang adalah tranportasi dengan kecepatan 0 km per jam. Tetapi tidak akan dibicarakan disini, karena merupakan pokok bahasan tersendiri.

2.14 Rute Terpendek dan Alternatif



Rute terpendek yang dimaksud adalah menentukan jalur pengiriman paling efektif dengan perhitungan jalur perjalanan yang dilalui paling dekat dari posisi awal, dimana penentuan jalur tersebut ditentukan dari beberapa pencarian rute alternatif yang telah dibuat.

0 komentar: